Kamis, 05 Juni 2014

TB & HIV/AIDS




Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang sering ditemukan di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dapat menyerang berbagai organ dalamt ubuh manusia, tetapi terutama mempengaruhi paru.
Infeksi ini menular akibat hubungan dengan orang yang mengalami RTB aktif. Lain dari pada infeksi HIV, infeksi TB menyebar melalui udara waktu orang dengan TB yang aktif bersin atau batuk.Orang yang paling rentan terhadap penyakit TB adalah orang dengan sistem kekebalan tubuh kurang sehat, termasuk anak-anak dan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).
TB adalah IO (infeksi opoturnistik) yang pada urutan kedua dalam daftar frekuensi IO di Indonesia, dan juga penyebab kematian tertinggi untuk Odha. Namun TB pada Odha dapat dicegah dan diobati dengan obat yang tersedia gratis oleh pemerintah.

Apakah HIV? Apakah AIDS?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh kita untuk melawan segala penyakit yang datang. Pada saat, kekebalan tubuh kita mulai lemah, maka timbulah masalah kesehatan. Gejala yang umumnya timbul antara lain demam, batuk, atau diare yang terus menerus. Kumpulan gejala penyakit akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh inilah yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
Walaupun begitu, tertular HIV (atau menjadi HIV-positif) bukan berarti kita langsung jatuh sakit. Seseorang bisa hidup dengan HIV di dalam tubuhnya bertahun-tahun lamanya tanpa merasakan sakit atau mengalami gangguan kesehatan yang berat. Lamanya masa sehat ini sangat dipengaruhi oleh keinginan yang kuat dari kita sendiri dan bagaimana kita menjaga kesehatan dengan pola hidup yang sehat.Penyakit TB juga dapat memperpendek masa sehat ini.

Bagaimana HIV menular?

HIV hidup disemua cairan tubuh tetapi hanya bisa menular melalui cairan tubuh tertentu, yaitu:

  • Darah
  • Air mani (cairan, bukansperma)
  • Cairan vagina
  • Air susu ibu (ASI)

Kegiatan yang dapat menularkan HIV adalah:

  • Hubungan sek stidak aman tanpa kondom
  • Penggunaan jarum suntik/tindik/tattoo yang tidak steril secara bergantian
  • Tindakan medis yang memakai peralatan yang tidak steril, misalnya peralatan dokter gigi
  • Penerimaan transfuse darah yang mengandung HIV
  • Ibu HIV-positif pada bayinya, waktu dalam kandungan, ketika melahirkan atau menyusui

Bagaimana HIV tidak menular?

HIV menular melalui:
  • Bersentuhan
  • Berciuman, bersalaman dan berpelukan
  • Peralatan makan dan minum
  • Penggunaan kamar mandi
  • Berenang di kolam renang
  • Gigitan nyamuk
  • Tinggal serumah bersama Odha

Dalam hubungan seks?

Bila melakukan hubungan seks, selalu pakailah kondom secara benar. Kondom dapat melindungi diri kita sendiri dan pasangan kita dari penularan HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya. Kondom biasanya dilengkapi dengan pelicin. Namun, jika kita ingin menambahkan pelicin agar menghindari luka-luka, kitah harus memakai pelicin yang cocok dengan bahan kondom yang dari lateks (sebagian besar di Indonesia) kita harus memakai pelicin khusus yang berbahan dasar air, misalnya sutra lubricant, Aquagel atau KY Jelly

Dan penggunaan narkoba suntikan?

Karena darah darah seseorang yang terinfeksi HIV mengandung virus, dan jarum suntik yang dipakai untuk menyuntik narkoba menjadi tercemar dengan darah, penggunaan jarum suntik bergantian saat memakai narkoba adalah cara yang paling efektif untuk menularkan HIV dari seseorang dengan HIV kepada orang lain. Jelas sebaiknya jangan memakai narkoba sama sekali. Namun, untuk orang yang sudah ketagihan “katakan tidak saja” tidak mudah. Bila penguunaan tidak dapa tdihindari, sebaiknya kita pakai dengan cara menghirup atau menghisap. Bila terpaksa kita pakai jarum suntik, pakailah jarum yang baru setiap kali pakai. Bila tidak ada jarum baru, hindari penggunaan jarum suntik bergantian. Bila terpaksa kita pakai jarum secara bergantian, sedikitnya kita harus membersihkan dengan pemutih (Bayclin) sebelum dipakai.

Informasi ini disampaikan bukan dengan maksud untuk ‘merestui’ penggunaan narkoba, namun kita harus sadar bahwa perilaku ini semakin marak dan kebanyakan infeksi HIV di Indonesia saat ini didapat melalui penggunaan narkoba suntikan bergantian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar