Jumat, 03 Juni 2011

manusia dan penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN
Pengertian penderitaan
            Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Semua orang akan mengalami penderitaan yang diberikan oleh Tuhan supaya manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Bagi manusia yang imannya kuat akan sadar dan segera bertaubat dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
            Penderitaan yang akan dialami oleh semua orang , hal itu merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan  kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan.
Siksaan
            Siksaan yaitu siksaan badan atau siksaan jiwa. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Kebimbangan dialami seseorang bila pada suatru saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Kekalutan mental
            Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan  mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
            Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung, cemas, ketakutan, apatis dll.
Sebab-sebab kekalutan mental yaitu:
1.    Kepribadian yang lemah
2.    Terjadinya konflik social budaya
3.    Cara permatangan batin

Penderitaan maupun siksaan yang dialami oleh manusia memang merupakan beban berat, sehingga dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam hidupnya. Bagi mereka yang mulai merasakan tidak mampu lebih lama menderita, biasanya terlontar kata-katanya lebih baik mati dari pada hidup. Mereka merasa putus asa lalu mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.

Penderitaan dan perjuangan
            Penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam . Hal ini membuat manusia itu lebih kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
            Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia itu hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita.

Penderitaan, media masa dan seniman
            Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dan penonton dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

Penderitaan dan sebab-sebabnya
A.   Penderitaan yang timbul akibat perbuatan manusia
1.    Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap oleh majikannya.
2.    Perbuatan  buruk para pejabat pada zaan orde lama dilukiskan oleh seniman Rendra.
3.    Musibah banjir dan yanah longsor di Lampung Selatan akibat penghunian liar di hutan lindung.

B.   Penderitaan yang timbul akibat penyakit, siksaan/azab Tuhan
1.    Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan.
2.    Nabi Ayub mengalami siksaanTuhan
3.    Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah
Pengaruh penderitaan
            Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa positif ataupun negative. Apabila sikap positif ataupun negative dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka mereka akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kamauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan uang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai.

MANUSIA DAN KEINDAHAN

MANUSIA DAN KEINDAHAN
Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk sehingga dapat berkomunikasi setelah mempunyai bentuk.
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘garis besar estetika’, dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “bello” berasal dari kata latin ”bellum”.
Jadi, kesimpulannya keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Adapula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Apakah nilai estetik itu? Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Nilain adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.
Keindahan dapat dinikmati menurut selera dan selera biasa. Keindahan pada selera seni didukung oleh factor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
     Keindahan pada dasarnya adalah alamiah yang merupakan ciptaan Tuhan. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dst.
Alasan seniman menciptakan keindahan:
1.   Tata nilai telah using
2.   Kemerosotan zaman
3.   Penderitaan manusia
4.   Keagungan Tuhan
Erns Cassirer mengatakan bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekan bertambah, dan tidak pernah berlalu ke ketiadaan. Menurut Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jumlahnya. Mereka mempunyai negative capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak tertentu dan misterius tanpa mengganggu keseimbanga jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan.
Pada hakekatnya negative capability adalah suatu proses. Keraguan, ketidaktentuan dan misteri adalah suatu proses. Proses inilah yang membuat seseorag menjadi kreatif.
Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.
Sebagian ahli pikir menjelaskan bahwa keindahan pada dasarnya sejumlah kualitas/pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan, keselarasan, kesetangkupan, keseimbangan dan keterbalikan. Selanjutnya dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan keterbalikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi dalam suatu benda diantara benda  itu dengan si pengamat.
Herbet Read merumuskan definisi bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan inderawi kita. Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan. Dalam keselarasan  itu seseorang memiliki perasaan-perasaan seimbang dan tenang, mencapai cita rasa akan sesuatu yang terakhir dan rasa hidup sesaat di tempat-tempat kesempurnaan yang dengan senang hati ingin diperpanjangnya.

MANUSIA DAN CINTA KASIH

MANUSIA DAN CINTA KASIH

A.           Pengertian cinta kasih
Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Selain itu, cinta adalah pengikat manusia dengan Tuhannya.
Dr.sarlito W.Sarwono mengatakan bahwa cinta memiliki tiga unsure keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Cinta itu mengandung kesetiaan yang amat kuat,kecemburuannya besar,tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman.
Di dalam kitab suci Al-qur’an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan:tinggi,menegah, dan rendah. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta terhadap Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat,harta dan tempat tinggal. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan atau persahabatan. Karenanya, hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka semakin akrab. Cinta yang terendah adalah cinta yang paling keji, hina, dan merusak kemanusiaan.

B.       Cinta menurut ajaran agama

Cinta diri
            Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. Selain itu, permohonannya yang terus menerus agar dikaruniai harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan kehidupan lainnya.

Cinta kepada sesama manusia
            Al-quran menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.

Cinta seksual
            Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara sah, yaitu dengan  perkawinan.

Cinta kebapakan
            Dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisioligis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan factor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meniggal dunia.

Cinta kepada Allah
            Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang makan mencintai mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya.

Cinta kepada Rasul
            Cinta kepada Rasul, yang diutus oleh Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah . Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat dalam luhurnya.
C.Kasih sayang
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. ‘Pemuda percintaan muda-mudi. Bila diakhiri dengan perkawinan, maka di dalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Belas Kasihan
Kasihan atau rahmah berarti besimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Dalam surah Al-qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN
Pendekatan kesusastraan
IBD yang berasal dari kata Basic Humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus. The humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dsb. Seni termasuk sastra yang memegang peranan penting dalam the humanities, sifatnya tidak normative sehingga nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik caranya maupun penyampaiannya.
Sastra mempunyai peranan penting karena menggunakan bahasa sehingga lebih mudah berkomunikasi. Filsafat yang juga menggunakan bahasa adalah abstraksi tetapi kurang berkomunikasi. Sastra juga didukung oleh cerita karena dengan cerita orang lebih mudah menggunakan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Para senuman dan karyanya juga sangatlah penting karena seniman adalah media penyampai nilai kemanusiaan yang mampu menangkap hal yang lepas dar pengamatan orang lain.
Mata kuliah IBD akan membantu mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Dan fungsi sastra untuk membahas masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa agar menjadi humanus. Demikian juga filsafat, music, senu rupa dsb.
Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
            Narrative fiction, prose fiction, fiction sering direjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imaginasi.
Nilai-nilai dalam prosa fiksi
            Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
1.    Prosa fiksi memberikan kesenangan
2.    Prosa fiksi memberikan informasi
3.    Prosa fiksi memberikan waarisan cultural
4.    Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan di luar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, contohnya karya sastra pada jaman Jepang. Selain itu karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya kategori ini tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk merenung.
Ilmu Budaya Dasar menitikberatkan manusia pada segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan. Seorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tentu tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang mengikatnya.

Ilmu budaya yang dihubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra adalah bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsur dari kebudayaan. Puisi adalah pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Dibalik kata-kata yang padat, ekonomis dan sukar dicerna itu puisi berisi potret kehidupan manusia dan menyuguhkan suasana dan peristiwa kehidupan manusia dan juga kaitan kehidupan kehidupan manusia dengan alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan manusia dan penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistic.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1.    Figura bahasa
2.    Kata-kata yang ambiguitas
3.    Kata-kata berjiwa
4.    Kata-kata yang konotatif
5.    Pengulangan
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada mata kuliah IBD.
1.    Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.    Puisi dan keinyafan/kesadaran individual
3.    Puisi dan keinsyafan social
Secara imaginative, puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang bisa berupa:
• penderitaan atas ketidakadilan
• perjuangan untuk kekuasaan
• konflik dengan sesamanya
• pemberontakan terhadap hukum Tuhan



MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia
Siapakah manusia itu sebenarnya? Apakah peranan manusia? Kita akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut karena manusia dapat dipandang dari berbagai segi pandang. Ada dua pandangan yang dapat kita jadikan acuan, salah satunya adalah manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait yaitu jasad, hayat, ruh, nafs. Selain itu, manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur yaitu id, ego, dan superego. Id adalah struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari id, perkembangannya terjadi antara 1 sampai 2 tahun. Sedangkan superego akan muncul kira-kira pada usia 5 tahun. Superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri.
Hakekat Manusia
Manusia adalah materi yang konkret tetapi tak abadi. Artinya jika manusia tersebut meninggal, maka tubuhnya akan hancur dan lenyap. Jiwa yang terdapat di dalam tubuh akan lepas dan kembali kepada Allah S.W.T. Manusia dilengkapi oleh akal, pikiran, perasaan inderawi dan rohani, sehingga manusia dapat menilai yang baik dan yang buruk, menilai keindahan, kehalusan, kebersihan dll. Manusia juga mempunyai perasaan rohani misalnya perasaan intelektual, perasaan estetis, perasaan etis, perasaan diri, perasaan social, perasaan religius.
Manusia perlu berinteraksi satu sama lain, karena manusia terikat dengan lingkungannya dan tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia terdiri dari estetis, etis dan religius. Semakin dekat interaksi seseorang dengan tuhannya, maka kehidupan akan semakin tenteram, bahagia, aman dan bermakna.
Kebudayaan
Pengertian kebudayaan telah menyangkut bermacam-macam definisi. Melville J.herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Dalam pengertian sehari-hari kebudayaan dapat diartikan sama dengan kesenian, terutama seni tari dan seni suara.
Kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta dan bahasa latin. Secara umum kebudayaan artinya “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya. Atau dapat diartikan pula sebagai segala usaha manusia untuk melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya. Kebudayaan merupakan system nilai dan gagasan utama.
Unsur kebudayaan
            Apa saja sesungguhnya kebudayaan itu? Kebudayaan setiap bangsa terdiri dari unsur-unsur besar maaupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal yaitu system religi, system organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, system mata pencaharian hidup, dan system-sistem ekonomi, system teknologi dan peralatan, bahasa, kesenian. Kebudayaan dibedakan menjadi dua bentuk wujudnya, yaitu kebudayaan rohaniah dan kebudayaan badaniah.
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud yaitu:
1.    Kompleks, gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2.    Kompleks aktivitas
3.    Wujud sebagai benda
Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.    Hakekat hidup manusia ( MH )
2.    Hakekat karya manusia ( MK )
3.    Hakekat waktu manusia ( WM )
4.    Hakekat alam manusia ( MA )
5.    Hakekat hubungan manusia ( MN )
Terjadinya perubahan kebudayaan disebabkan oleh:
1.    Sebab yang berasal dari masyarakat itu sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk
2.    Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam system ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, rasa keindahan dan bahasa.
Factor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru:
1.    Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontrak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut
2.    Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3.    Corak struktur social suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4.    Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi dterimanya unsure kebudayaan yang baru tersebut
5.    Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

Kaitan antara manusia dengan kebudayaan
Hubungannya adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan sebagai obyek yang dilaksanakan manusia. Manusia dengan kebudayan merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia agar sesuai dengannya. Manusia tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan karena kebudayaan merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN
Pendekatan kesusastraan
IBD yang berasal dari kata Basic Humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus. The humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dsb. Seni termasuk sastra yang memegang peranan penting dalam the humanities, sifatnya tidak normative sehingga nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik caranya maupun penyampaiannya.
Sastra mempunyai peranan penting karena menggunakan bahasa sehingga lebih mudah berkomunikasi. Filsafat yang juga menggunakan bahasa adalah abstraksi tetapi kurang berkomunikasi. Sastra juga didukung oleh cerita karena dengan cerita orang lebih mudah menggunakan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Para senuman dan karyanya juga sangatlah penting karena seniman adalah media penyampai nilai kemanusiaan yang mampu menangkap hal yang lepas dar pengamatan orang lain.
Mata kuliah IBD akan membantu mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Dan fungsi sastra untuk membahas masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa agar menjadi humanus. Demikian juga filsafat, music, senu rupa dsb.
Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
            Narrative fiction, prose fiction, fiction sering direjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imaginasi.
Nilai-nilai dalam prosa fiksi
            Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
1.    Prosa fiksi memberikan kesenangan
2.    Prosa fiksi memberikan informasi
3.    Prosa fiksi memberikan waarisan cultural
4.    Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan di luar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, contohnya karya sastra pada jaman Jepang. Selain itu karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya kategori ini tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk merenung.
Ilmu Budaya Dasar menitikberatkan manusia pada segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan. Seorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tentu tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang mengikatnya.

Ilmu budaya yang dihubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra adalah bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsur dari kebudayaan. Puisi adalah pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Dibalik kata-kata yang padat, ekonomis dan sukar dicerna itu puisi berisi potret kehidupan manusia dan menyuguhkan suasana dan peristiwa kehidupan manusia dan juga kaitan kehidupan kehidupan manusia dengan alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan manusia dan penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistic.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1.    Figura bahasa
2.    Kata-kata yang ambiguitas
3.    Kata-kata berjiwa
4.    Kata-kata yang konotatif
5.    Pengulangan
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada mata kuliah IBD.
1.    Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.    Puisi dan keinyafan/kesadaran individual
3.    Puisi dan keinsyafan social
Secara imaginative, puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang bisa berupa:
• penderitaan atas ketidakadilan
• perjuangan untuk kekuasaan
• konflik dengan sesamanya
• pemberontakan terhadap hukum Tuhan